Anggaran negara adalah urat nadi bagi suatu negara dalam menjalankan pemerintahan. Pengertian anggaran (budget) menurut Robert D Lee, Jr dan Ronald W Johnson adalah “A document or a collection of documents that refer to the financial condition of an organization ( family, corporation, government), including information on revenues, expenditures, activities, and purposes or goals”.1 Terjemahan bebas pengertian anggaran tersebut adalah dokumen yang
menunjukkan kondisi atau keadaan keuangan suatu organisasi (keluarga, perusahaan, pemerintah) yang menyajikan informasi mengenai pendapatan, pengeluaran, aktivitas dan tujuan yang hendak dicapai.
Di Indonesia anggaran negara setiap tahun disusun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)2. APBN secara filosofi adalah perwujudan dari kedaulatan rakyat sehingga penetapannya dilakukan setiap tahun dengan undang-undang. APBN pada dasarnya sebagai bentuk kepercayaan rakyat kepada pemerintah untuk mengelola keuangan negara sehingga pengelolaannya diharapkan dapat memenuhi syarat akuntabilitas (accountability), transparan (transparency), dan kewajaran (fairness). Hampir di semua negara yang berlandaskan hukum, ketentuan mengenai anggaran belanja negara ditetapkan dalam konstitusi. Di Indonesia ketentuan mengenai APBN
Selengkapnya lihat disini
Friday, 28 August 2015
Friday, 5 September 2014
AUDIT SIKLUS AKUISISI DAN PEMBAYARAN: PENGUJIAN PENGENDALIAN, PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI, DAN UTANG USAHA
Akun
dan Kelas Transaksi Dalam Siklus Akuisisi dan Pembayaran
Tujuan keseluruhan dari audit atas siklus akuisisi dan pembayaran adalah
untuk mengevaluasi apakah akun-akun yang dipengaruhi oleh akuisisi barang dan
jasa serta pengeluaran kas bagi akuisisi tersebut disajikan secara wajar sesuai
dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum.
Terdapat
tiga kelas transaksi yang dimasukkan dalam siklus :
- Akuisisi barang dan jasa
- Pengeluaran kas
- Retur dan pengurangan pembelian serta diskon pembelian
Fungsi
Bisnis Dalam Siklus Serta Dokumen dan Catatan Yang Terkait
Siklus akuisisi dan pembayaran
melibatkan keputusan dan proses yang diperlukan untuk memperoleh barang serta
jasa guna mengoperasikan suatu bisnis. Siklus tersebut umumnya dimulai dengan
pembuatan permintaan pembelian oleh karyawan yang berwenang yang memerlukan
barang dan jasa itu, dan berakhir sengan pembayaran utang usaha.
Permintaan akan barang dan jasa oleh
personil klien merupakan titik awal bagi siklus ini. Bentuk pasti dari
permintaan itu dan persetujuan yang diperlukan tergantung pada sifat barang dan
jasa serta kebijakan perusahaan. Dokumen yang umum digunakan meliputi :
- Permintaan Pembelian (purchase requisition): Digunakan untuk meminta barang dan jasa oleh karyawan yang berwenang.
- Pesanan Pembelian (purchase order): Dokumen yang digunakan untuk memesan barang dan jasa dari vendor. Pesanan tersebut mencakup deskripsi, kuantitas, dan informasi terkait mengenai barang serta jasa yang ingin dibeli perusahaan dan sering kali digunakan untuk menunjukkan otorisasi akuisisi.
- Faktur Vendor (vendor’s invoice): Dokumen yang diterima dari vendor dan menunjukkan jumlah yang terutang atas suatu akuisisi. Faktur tersebut menunjukkan deskripsi dan kuantitas barang serta jasa yang diterima, harga, syarat diskon tunai, tanggal penagihan, dan total jumlahnya.
- Memo debet (debit memo): Dokumen yang diterima dari vendor dan menunjukkan pengurangan jumlah yang terutang kepada vendor akibat retur barang atau pengurangan yang diberikan.
- Voucher (voucher): Sering digunakan oleh perusahaan atau organisasi dalam menetapkan cara yang formal untuk mencatat dan mengendalikan akuisisi, terutama dengan memungkinkan setiap transaksi akuisisi diberi nomor urut.
- File Transaksi Akuisisi: File yang dibuat computer yang meliputi semua transaksi akuisisi yang diproses oleh sitem akuntansi selama suatu periode.
- Jurnal Akuisisi (listing): Laporan ini dibuat dari file transaksi akuisisi dan umumnya meliputi nama vendor, tanggal, jumlah, dan klasifikasi akun.
- File Induk Utang Usaha (accounts payable master file ): Digunakan untuk mencatat transaksi akuisisi, pengeluaran keas, serta retur dan pengurangan akuisisi untuk setiap vendor.
- Neraca saldo utang Usaha (accounts payable trial balance): Mencantumkan jumlah yang terutang kepada setiap vendor atau dari setiap faktur atau voucher pada suatu waktu. Neraca tersebut dibuat secara langsung dari file induk utang usaha.
- Laporan Vendor (vendor’s statement): Dokumen yang disisipkan setiap bulan oleh vendor dan menunjukkan saldo awal, akuisisi, retur dan pengurangan, pembayaran kepada vendor, dan saldo akhir.
- Cek: Dokumen ini umumnya digunakan untuk membayar akuisisi ketika pembayaran sudah jatuh tempo. Cek ini dibuat melalui computer berdasarkan informasi yang tercantum dalam file transaksi akuisisi pada saat barang dan jasa diterima.
- File Transaksi Pengeluaran Kas (cash disbursement transaction file): File yang dibuat dengan computer yang mencantumkan semua transaksi pengeluaran kas yang diproses oleh system akuntansi selama suatu periode.
- Jurnal atau listing Pengeluaran Kas (cash disbursement journal or listing): Listing atau laporan yang dibuat dari file transaksi pengeluaran kas yang mencantumkansemua transaski selama setiap periode waktu.
Bagaimana
E-Commerce Mempengaruhi Siklus akuisisi dan Pembayaran
Perusahaan menggunakan internet dan opsi
e-commerce lainnya untuk merampingkan proses akuisisi barang dan jasa serta
proses lainnya seputar manajemen mata rantai suplai. Sementara itu, EDI telah
digunakan selama bertahun-tahun oleh pemasok dan pelanggan besar, yaitu
teknologi berdasarkan internet yang sekarang memungkinkan hubungan elektronik
antara pemasok dan pelanggan yang lebih kecil.
Informasi
mengenai deskripsi produk, penetapan harga, skedul pengiriman, dan syarat
lainnya telah tersedia di Internet melalui website vendor dan database yang
dapat diakses dengan mudah lainnya. Agen pembelian mengakses informasi mengenai
produk yang diperlukan dari host of
provider sebelum mengambil keputusan akuisisi.
Metodologi
Untuk Merancang Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif Atas Transaksi
Pengujian pengendalian dan pengujian
substantive atas transaksi untuk siklus akuisisi dan pembayaran dibagi ke dalam
dua bidang yang luas :
lebih lengkapnya download disini: klik disini
Monday, 9 September 2013
Perdagangan Internasional: Made in USA, Jepang, Meksiko, Indonesia...
Dalam Bab ini :
Mengenai ekspor-impor memiliki beberapa alasan, yaitu:
Alasan yang paling mendasar bagi perdagangan asing adalah cukup sederhana. Beberapa negara menghasilkan barang-barang tertentu lbih baik daripada negara lainnya. Artinya bahwa
selengkapnya lihat disini
- Kenapa negara-negara mengimpor dan mengekspor barang-barang
- Kesepakatan dagang internasional
- Proteksionisme dan kebijakan dagang lainnya
Mengenai ekspor-impor memiliki beberapa alasan, yaitu:
Alasan yang paling mendasar bagi perdagangan asing adalah cukup sederhana. Beberapa negara menghasilkan barang-barang tertentu lbih baik daripada negara lainnya. Artinya bahwa
selengkapnya lihat disini
Peraturan Perilaku dan Interpretasi Independensi
Peraturan 101-Independensi
Seorang anggota yang berpraktik untuk perusahaan publik harus independen dalam kinerja jasa profesional seperti yang dipersyaratkan oleh standar yang dirumuskan oleh badan yang ditunjuk oleh Dewan.
Seorang anggota yang berpraktik untuk perusahaan publik harus independen dalam kinerja jasa profesional seperti yang dipersyaratkan oleh standar yang dirumuskan oleh badan yang ditunjuk oleh Dewan.
Kantor
Akuntan Publik diharuskan untuk menjadi independen untuk jasa tertentu yang
mereka berikan, tetapi tidak untuk jasa lainnya. Frase terakhir dalam Peraturan
101, “seperti yang dipersyaratkan oleh standar yang dirumuskan oleh badan yang
ditunjuk oleh Dewan” adalah cara yang tepat untuk AICPA untuk menyertakan atau
tidak menyertakan persyaratan independensi untuk berbagai jenis jasa.
Kepentingan
Keuangan
Interpretasi
Peraturan 101 melarang anggota yang terlibat untuk memiliki saham atau
investasi langsung lainnya dalam klien audit karena berpotensi merusak
independensi audit yang sebenarnya (kebebasan berpikir), dan tentu saja
kemungkinan akan mempengaruhi persepsi pemakai atas independensi auditor.
Investasi tidak langsung juga dilarang, tapi hanya jika jumlahnya material bagi
auditor. Ada tiga perbedaan penting dalam aturan yang berkaitan dengan
independensi dan kepemilikan saham.
Anggota yang tercakup
Peraturan 101 berlaku untuk anggota yang terlibat yang dapat mempengaruhi penugasan atestasi. Anggota yang tercakup meliputi hal berikut:
Peraturan 101 berlaku untuk anggota yang terlibat yang dapat mempengaruhi penugasan atestasi. Anggota yang tercakup meliputi hal berikut:
klik disini untuk mendownload download
E-Book Pengauditan 1
Bagi anda yang sedang menjalani perkuliahan Audit 1 dan enggak mau susah-susah cari bukunya, bisa download e-booknya disini.
Tidak usah bertele-tele, langsung saja download e-book audit
Tidak usah bertele-tele, langsung saja download e-book audit
Kunci Jawaban Analisis Laporan Keuangan
Kunci Jawaban Analisis Informasi Keuangan. Setidaknya dapat membantu anda saat mengerjakan tugas-tugas perkuliahan.
Langsung saja download disini
Langsung saja download disini
Kunci Jawaban Akuntansi Keuangan Menengah
Bagi anda yang sedang menjalani mata kuliah Akuntansi Menengah. Saya mempunyai beberapa kunci jawaban AKM karangan Kieso (Intermediate Accounting, Volume 1).
Silahkan download disini
Monday, 6 May 2013
PEREKRUTAN
Perekrutan adalah
proses menarik orang-orang pada wakotu yang tepat, dalam jumlah yang cukup dan
dengan persyaratan yang layak untuk mengisi lowongan dalam organisasi.
Menemukan cara yang tepat untuk mendorong kandidat-kandidat yang memenuhi
syarat untuk bekerja sangat penting ketika perusahaan memerlukan karyawan.
Namun, biasanya biaya merekrut sangat mahal. Program perekorutan yang terencana
akan berfungsi dengan baik dan bisa memiliki pengaruh utama terhadap hasil
akhir perusahaan. Sebelum memulai proses perekrutan, alternatif-alternatif
perekrutan harus dipertimbangkan, seperti :
- Alih daya (outsourcing)
- Karyawan Tidak Tetap (contingent workers)
- Oganisasi pemberi kerja profesional
- Kerja Lembur
Faktor faktor di luar organsasi secara signifikan
mempengaruhi upaya-upaya perekrutan perusahaan yaitu
- Kondisi pasar tenaga kerja: Yang sangat penting diperhatikan adalah permintaan dan penawaran keterampilan-keterampilan khusus dalam pasar tenaga kerja.
- Pertimbangan hukum: Proses perekrutan yang tidak dirumuskan dengan baik bisa menciptakan masalah-masalah dalam proses seleksi. Dengan demikian, penting bagi organisasi untuk menekankan praktik-praktik non diiskriminatif.
Kebijakan
Promosi
Kebijakan promosi perusahaan bisa memiliki dampak
signifikan pada perekrutan. Perusahaan bisa menekankan kebijakan promosi dari
dalam strukturnya sendiri atau kebijakan
dimana posisi-posisi secara umum diisi dari luar perusahaan. Terdapat dua
pendekatan yaitu promosi dari dalam. Promosi dari dalam adalah kebijakan
mengisi lowongan-lowongan di atas posisi-posisi tingkat pemula dengan para
karyawan. Keuntungan perekrutan dari dalam ini adalah karyawan mendapat
rangsangan untuk berupaya keras meraih kemajuan. Selain itu adalah organisasi
akan menyadari dengan baik kapabilitas para karyawannya.
Proses
Perekrutan
Perekrutan biasanya dimulai ketika karyawan
mengeluarkan permintaan karyawan (employee requisition), sebuah dokumen yang
merinci nama pekerjaan, departemen, tanggal karyawan dibutuhkan untuk bekerja
da rincian-rincian lainnya. Dengan informasi tsb, manajer dapat mengacu pada
deskripsi pekerjaan yang tepat untuk menentukan persyaratan yang harus
dipenuhi. Langkah berikutnya adalah menentukan apakah para karyawan yang
memenuhi syarat tersedia dalam perusahaan atau harus dicari dari sumber-sumber
eksternal. Dalam hal ini, organisasi perlu memanfaatkan sumber-sumber dan
metode-metode perekrutan. Sumber-sumber perekrutan adalah tempat dimana para kandidat yang memenuhi syarat berbeda.
Metode-metode perekrutan adalah cara-cara spesifikk yang digunakan untuk
menarikk karyawan potensial ke dalam perusahaan.
Metode-Metode Perekrutan
Internal
- Pengumuman Pekerjaan dan Pengajuan Pekerjaan
- Referensi Karyawan
Sumber-Sumber
Perekrutan Eksternal
- Sekolah Menengah Umum dan Sekolah Kejuruan
- Community College
- Akademi dan Universitas
- Pesaing dalam Pasar Tenaga Kerja
Metode
Perekrutan Online
Perkrutan
online telah merevolusi cara perusahaan-perusahaan merekrut para karyawan serta
pencari kerja mencari dan melamar kerja. Kecepatan dan kelompok talenta yang
semakin luas yang ditawarkan oleh perekrutan online membuat proses perekrutan
lebih efisien dan efektif biaya bagi
pemberi kerja maupun kandidat kerja. Perekrutan online mempunyai beberapa
keunggulan dibanding metode -metode
perekrutan tradisional.
Metode perekrutan
eksternal tradisonal
Meskipun
perekrutan online mempunyai pengaruh besar terhadap cara pelaksanaan perekrutan
,metode-metode tradisional masih digunakan.berikut beberapa metode yang
digunakan:
- Iklan
- Agen tenaga kerja
- Perekrut
Perusahaan pencari
eksekutif
Assosiasi professional
Hampir
semua kelompok profesi menantikan jurnal yang dibaca luas oleh anggotanya.
Assosiasi ini menyediakan layanan perekrutan dan penempatan bagi anggota
mereka.
Pelamar yang belum di
panggil
Para
pelamar yang belum di panggil karena mereka secara positif terkesan sebagai
para karyaewan yang bernilai direputasi perusahaan .
Open house
Alat
perekrutan yang penting terutama pada saat pengangguran sedikit. Open house ini
lebih murah dan cepat dibandingkan cara menarik karyawan lainnya. Disini
perusahaan mempertemukan calaon karyawan potensial dengan perekrut dengan
suasana hangat dan santai.
Perekrutan acara
Perekrutan
acara mengharuskan para perekrut untuk menghadiri acara dimana orang-orang yang
dicari perusahaan hadir. Dalam perekrutan ini biasanya memberikan perusahaan
peluang untuk menyampaikan citranya. Predikat menyenangkan memiliki makna besar
bagi beberapa karyawan.
Bonus bergabung
Perusahaan
mengikuti praktik industry olah raga yang menawarkan bonus bergabung kepada
para calon dengan tingkat permintaan tinggi. Bonus ini digunakan untuk mencari
talenta puncak.
Kompetisi teknologi
tinggi
Perusahaan
mensponsori sebuah kompetisi teknologi tinggi yang diikuti para mahasiswa dari
seluruh dunia dan para pemenang kompetisi tersebut akan mendapat perhatian.
Biasanya para pemenang tersebut dengan bakat cemerlang akan dilirik oleh
perusahaan.
Sistem pelacakan
pelamar
Perangkat
lunak yang dirancang untuk membantu perusahaan merekrut karyawan secara lebih
efisien. System yang ada saat ini memungkinkan para manajer sumber daya manusia
dan lini memantau proses secara keselurahan.
Pemanfaatan kaum
minoritas, wanita, dan orang cacat
Penting
bagi perekrut untuk mendapatkan pelatihan dalam menggunakan standar-standar
yang objhektif dan berkaitan dengan pekerjaan. Menggunakan kaum minoritas
wanita dan orang cacat dalam aktivitas
–aktivitas perekrutan pokok bisa membayar deviden sesungguhnya. Potret mereka
memberikamn kredibilitas pada pesan yang berbunyi “kami adalah pemberi kerja
dengan peluang yang setara “.
Iklan
Beberapa
pendekatan yang bisa mendorong keberagaman :
- memastikan bahwa muatan iklan tidak menujukan prefensi pada ras ,gender,atau usia tertentu atau factor-faktor tersebut menjadi persyaratan pekerjaan
- memanfaatkan media yang diarahkan pada kaum minoritas
- Menekankan keinginan untuk merekrut tanpa memandang status , ras, gender, atau kecacatan lainya.
Agen tenaga kerja
Organisasi
harus menekankan praktik –praktik perekrutannya yang non-diskriminatif ketika
menggunakan agen-agen tenaga kerja.
Pendekatan perekrutan
lain yang disarankan
Para
menejer penyediaan staf harus menjalin hubungan baik dengan para konselor dan
administrator di sekolah-sekolah dengan jumlah minoritas dan atau wanita yang
besar .
PASAR BISNIS / INDUSTRI
Pasar Industri adalah Semua organisasi yang membeli
barang dan jasa untuk digunakan memproduksi barang dan jasa lain yang dijual, disewakan, atau dipasok ke
perusahaan lain.
Ciri-ciri pasar
industri :
Struktur dan
Permintaan Pasar.
- Pasar Industri memiliki lebih sedikit pembeli tetapi lebih besar nilainya.
- Pelangan pasar iIndustri lebih terkonsentrasi secara geografis.
- Permintaan pembeli industri merupakan turunan dari permintaan konsumen akhir.
- Permintaan di pasar industri lebih inelastik ( kurang terpengaruh oleh perubahan harga jangka pendek).
- Permintaan di pasar industri lebih berfluktuatif dan lebih cepat.
- Pembelian di pasar industri melibatkan lebih banyak pembeli.
- Pembelian dipasar industri melibatkan usaha pembelian yang lebih professional.
Berbagai tipe
Keputusan dan Proses Pengambilan Keputusan.
- Pembeli di pasar industri biasanya menghadapi pengambilan keputusan yang kompleks.
- Proses pembelian industri lebih formal.
- Dalam pembelian di pasar industri, penjual dan pembeli bekerja lebih erat dan membangun hubungan jangka panjang.
Aktivitas
pembelian terdiri dari dua bagian besar :
- Pusat pembelian yang terdiri dari semua orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan pembelian.
- Proses pengambilan keputusan pembelian.
PERILAKU PEMBELI
DI PASAR INDUSTRI
Proses Pembelian Pasar Industri : Proses
pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pembeli pasar industri untuk menetapkan
kebutuhan akan produk dan jasa yang harus dibeli dan untuk mengidentifikasikan,
mengevaluasi, dan memilih dari berbagai alternatif merek dan pemasok.
Berbagai Situasi Pembelian Utama :
- Pembelian Ulang sepenuhnya: Merupakan situasi pembelian di pasar industri yang ditandai oleh pembeli secara rutin memesan ulang sesuatu tanpa ada modifikasi.
- Pembelian ulang dengan modifikasi: Situasi pembelian di pasar industri yang ditandai oleh pembeli ingin memodifikasi spesifikasi, harga, persyaratan, dan pemasok produk.
- Tugas Baru: Situasi pembelian di pasar industri yang ditandai oleh pembeli membeli produk atau jasa untu yang pertama kalinya.
- Pembelian sistem: Pembelian penyelesaian masalah secara terpaket dari satu penjual.
Unit pengambilan keputusan organisasi pembelian disebut “Pusat Pembelian “
yaitu
semua individu dan unit yang berpartisipasi dalam proses pengambilan
keputusan di
pasar industri.
Peserta Proses Pembelian di Pasar Industri :
- Pemakai, anggota organisasi yang akan mengunakan produk atau jasa, pemakai sering sebagai pencetus usulan pembelian dan membantu mendefinisikan spesifikasi produk.
- Pemberi Pengaruh, orang di dalam pusat pembelian suatu organisasi yang mempengaruhi keputusan pembelian, mereka sering membantu mendefinisikan spesifikasi dan juga menyediakan informasi untuk mengevaluasi sejumlah alternatif.
- Pengambil Keputusan, orang di dalam pusat pembelian suatu organisasi yang memiliki kekuatan formal dan informasi untuk memilih atau menyetujui pemasok yang harus dipilih.
- Penjaga gawang, orang yang di dalam pusat pembelian suatu organisasi yang mengendalikan arus informasi kepada orang lain.
Pengaruh Utama yang dihadapi Pembeli di Pasar
Industri :
Faktor-faktor lingkungan:
- Perkembangan ekonomi
- Kondisi penawaran
- Perubahan teknologi
- Perkembangan peraturan dan kondisi politik.
- Perkembangan persaingan.
- Budaya dan adat-istiadat.
Faktor-faktor organisasi:
- Tujuan
- Kebijakan.
- Prosedur.
- Struktur Organisasi
- Sistem
Faktor-faktor antar pribadi :
- Otoritas
- Status
- Empati
- Kemampuan mempengaruhi orang.
Faktor-faktor individu:
- Umur
- Pendidikan
- Posisi jabatan
- Kepribadian.
- Sikap terhadap resiko
Proses Pembelian di Pasar Industri:
Pengenalan Masalah.
Pengenalan Masalah.
Tahap pertama
dalam proses pembelian di pasar industri ketika seorang di perusahaan tertentu
mengenali adanya masalah atau kebutuhan yang dapat dipecahkan dengan memperoleh
barang atau jasa tertentu.
Penjabaran Kebutuhan secara Umum.
Penjabaran Kebutuhan secara Umum.
Tahap dalam
proses pembelian dipasar industri ketika perusahaan tersebut menjabarkan secara
umum karakteristik dan kuantitas barang yang dibutuhkan.
Spesifikasi Produk.
Spesifikasi Produk.
Tahapan ketika
organisasi pembeli memutuskan dan menspesifikasikan karakteristik produk yang
secara teknis terbaik atas barang yang dibutuhkan.
Analisis Nilai.
Analisis Nilai.
Pendekatan
pengurangan biaya dimana semua komponen dipelajari secara seksama guna
menentukan apakah dapat dirancang ulang, distandarisasikan atau dibuat dengan
metode produksi yang lebih baik.
Pencarian Pemasok.
Pencarian Pemasok.
Tahapan ketika
pembeli berusaha mendapatkan pemasok terbaik.
Pengumpulan Proposal.
Pengumpulan Proposal.
Tahapan ketika
pembeli mengundang pemasok yang memenuhi syarat untuk mengajukan proposal.
Pemilihan Pemasok.
Pemilihan Pemasok.
Tahapan ketika pembeli mengulas proposal dan
memilih satu atau beberapa pemasok.
Spesifikasi pesanan rutin.
Spesifikasi pesanan rutin.
Tahapan ketika
pembeli menulis pesanan akhir kepada pemasok terpilih, membuat daftar
spesifikasi, kuantitas yang dibutuhkan, waktu penyerahan yang diharapkan,
kebijakan pengembalian barang dan garansi.
Penilaian Kinerja.
Penilaian Kinerja.
Tahapan ketika
pembeli memeringkat kepuasannya terhadap pemasok, sambil mengambil keputusan
apakah akan melenjutkan, memodifikasi atau memutuskan perjanjian hubungan
tersebut.
Pengertian Lingkungan politik
Elemen lingkungan politik yang relevan adalah peranan pemerintah
dalam perekonomian , ideologi ekonomi dan politik, hubungan internasional, dan
hubungan antara pemerintah dan bisnis pada umumnya. Para ahli politik biasanya
melihat pada variabel lainya karena mereka berminat terhadap perilaku politik
dan organisasi menurut pengertian harfiahnya, bukannya bagaimana kaitan semua
faktor itu dengan kegiatan bisnis. Lingkungan politik telah diakui sebagai
faktor penting dalam banyak keputusan bisnis internasional. Studi menunjukkan
bahawa nasionalisme dan perundangan dengan pemerintah dianggap sebagai masalah
pokok bagi manajemen internasional. Selanjutnya, Hendrick dan Struggles
memperkirakan bahwa lebih dari 60% perusahaan Amerika Serikat yang melakukan
bisnis di luar negeri mengalami kerugian akibat politik dalam periode 1975
sampai 1980
Peranan pemerintah dalam Perekonomian
Dewasa ini semua pemerintah memainkan peranan penting dalam
perekonomian negara. Pada dasarnya peranan itu terdiri dari dua jenis yaitu
sebagai pemeran serta sebagai pengatur (regulator).sebagian besar pemerintah
memainkan kedua peranan itu dengan kadar yang berbeda-beda. Di negara industri
barat peran serta pemerintah dalam perekonomian tidak begitu menonjol walaupun
cukup penting.
Ada beberapa alasan mengapa peran serta pemerintah dalam
kegiatan ekonomi perlu diperhatikan oleh pemasar internasional. Pertama,
pemilikan pemerintah mungkin menutup kemungkinan operasi perusahaan di beberapa
pasar, seperti di India. Alasan lainnya adalah bahwa pemilikan pemerintah dapat
berarti satu-satunya pelanggan perusahaan di suatu negara adalah pemerintah
negara itu (monopoli power).
Pemasar memahami peranann pemerintah sebagai pengatur lingkungan
ekonomi. Pemerintah merencanakan dan mengarahkan, mengenakan pajak dan mengatur
perekonomian. Kebijakan moneter dan kebijakan fiskal mempengaruhi penggunaan
peralatan penetapan harga dan peralatan kredit oleh pemasar.
Kekuatan Ideologi
- Komunisme
- Kompensasi Kekayaan Ekspatriat
- Penghapusan dan penyitaan
- Kehancuran Komunisme
- Kapitalisme
- Peraturan dan Birokrasi
- Sosialisme
- Sosiallisme Eropa
- Sosialis di Negara Berkembang
- Konservatif atau Liberal
Kestabilan Politik
Tidak ada definisi yang tepat untuk ketidakstabilan politik,
tetapi ada beberapa indikatornya. Pertama adalah seringnya pergantian rezim
yang berkuasa, yang biasanya berarti pergantian lingkungan politik dunia usaha.
Kedua adalah timbulnya kekuasaan, pertikaian dan demontrasi di suatu negara.
Ketiga adalah perbedaan budaya.
Badan Usah Milik Negara
- Mengapa perusahaan dinasionalisasi?
Alasannya adalah (1) menarik uang lebih banyak karena perusahaan
dimaksud diperkirakan memiliki laba yang tinggi, (2) kelanjutan dari alasan
pertama, pemerintah yakin mampu menjalankan perusahaan dimaksud dengan lebih
efisien dan menghasilkan uang lebih banyak, (3) untuk tujuan ideologi, (4)
untuk memperoleh dukungan suara karena para politisi beranggapan dapat
menyelamatkan PHK tenaga kerja, dengan membantu perusahaan yang hampir runtuh
untuk tetap dapat bertahan hidup dan bantuan tersebut dihentikan setelah
pemilihan, (5) pemerintah telah menyuntikkan dana keperusahaan dana atau
industri dan yang biasanya diikuti oleh pengendalian
- Persaingan tidak sehat
Hal ini disebabkan (1) perusahaan milik negara dapat menurun
harga secara tidak wajarkarena tidak berorientasi mencari laba, (2) perusahaan
milik negara dapat memperoleh dana /modal lebih mudah , (3) perusahaan milik
negara memperoleh kontrak kerja dari pemerintah, (4) perusahaan milik negara
memperoleh kemudahan ekspor, (5) perusahaan milik negara dapat menekan upah
kerja dengan bantuan pemerintah.
PENGARUH FAKTOR POLITIK TERHADAP BISNIS
Dalam berbisnis
sangatlah penting mempertimbangkan risiko politik dan pengaruhnya terhadap
organisasi. Hal ini patut dipertimbangkan karena perubahan dalam suatu tindakan
maupun kebijakan politik di suatu negara dapat menimbulkan dampak besar pada
sektor keuangan dan perekonomian negara tersebut. Risiko politik umumnya
berkaitan erat dengan pemerintahan serta situasi politik dan keamanan di suatu
negara.
Setiap tindakan dalam organisasi bisnis adalah politik, kecuali organisasi charity atau sosial. Faktor-faktor
tersebut menentukan kelancaran berlangsungnya suatu bisnis. Oleh karena itu,
jika situasi politik mendukung, maka bisnis secara umum akan berjalan dengan
lancar. Dari segi pasar saham, situasi politik yang kondusif akan membuat harga
saham naik. Sebaliknya, jika situasi politik tidak menentu, maka akan
menimbulkan unsur ketidakpastian dalam bisnis.
Dalam konteks
ini, kinerja sistem ekonomi-politik sudah berinteraksi satu sama lain, yang
menyebabkan setiap peristiwa ekonomi-politik tidak lagi dibatasi oleh
batas-batas tertentu Sebagai contoh, IMF, atau Bank Dunia, atau bahkan para
investor asing mempertimbangkan peristiwa politik nasional dan lebih
merefleksikan kompromi-kompromi antara kekuatan politik nasional dan
kekuatan-kekuatan internasional.
Tiap
pembentukan pola bisnis juga senantiasa berkait erat dengan politik. Budaya
politik merupakan serangkaian keyakinan atau sikap yang memberikan pengaruh
terhadap kebijakan dan administrasi publik di suatu negara, termasuk di
dalamnya pola yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi atau perilaku bisnis.
Terdapat
politik yang dirancang untuk menjauhkan campur tangan pemerintah dalam bidang
perekonomian/bisnis. Sistemnya disebut sistem liberal dan politiknya
demokratis. Ada politik yang bersifat intervensionis secara penuh dengan
dukungan pemerintahan yang bersih. Ada pula politik yang cenderung mengarahkan
agar pemerintah terlibat/ ikut campur tangan dalam bidang ekonomi bisnis.
Indonesia lebih
mengacu pada pola terakhir, yakni pemerintah terlibat atau turut campur tangan
dalam bisnis. Hal ini dapat dilihat dalam hukum maupun kebijakan-kebijakan yang
dikeluarkan pemerintah untuk menunjang perekonomian dan bisnis.
Pengaruh
Politik terhadap Ekonomi dan Bisnis di Indoenesia Era Orde Baru
Pada awal
pemerintahan Orde Baru, pemerintah mencanangkan pembangunan ekonomi dan
industri. Pada waktu itu posisi pengusaha dalam negeri masih dalam keadaan yang
tidak kuat untuk berdiri sendiri.. Akibatnya, pemerintah (negara) menjadi
dominan dalam perekonomian. Pengusaha menggantungkan diri kepada pemerintah.
Hal ini menimbulakan konsekuensi yaitu pemerintah menjadi mesin pertumbuhan
ekonomi atau dengan kata lain pemerintah menjadi sumber penggerak investasi dan
pengalokasian kekayaan nasional. Dalam hal ini pemerintah tidak hanya
menyediakan proyek, kontrak, konsesi pengeboran minyak dan eksploitasi hutan,
serta lisensi agen tunggal, melainkan juga kredit besar dan subsidi. Pemerintah
juga menunjang dengan kebijakan proteksi serta pemberian hak monopoli impor dan
pasar.
Pada masa
tersebut, pemerintah cenderung menghasilkan dua lapisan ekonomi-politik utama,
yaitu birokrat-politik yang melibatkan lingkup keluarganya dalam bisnis, serta
pengusaha yang dapat berkembang berkat dukungan khusus dari pemerintah (mulai
berkembangnya KKN). Kedua lapisan ini mendominasi perekonomian dan politik.
Dalam perkembangan sistem ekonomi tersebut, pemerintah sebagai sumber penggerak
investasi dan pengalokasian kekayaan nasional hanyalah bersifat jangka pendek.
Kemampuan pemerintah menyediakan segalanya dibatasi oleh gerak sistem ekonomi.
Indonesia menjadi rawan akan krisis. Pola bisnis tersebut memerlukan sebuah
rezim politik yang mampu mengendalikan reaksi kaum buruh dan gerakan
demokratisasi. Untuk keperluan ini rakyat berhasil dijauhkan dari partisipasi
politik. Pembangunan ekonomi dijaga dengan kekuatan militer yang kuat sehingga
terlihat stabil. Pertumbuhan partai politik dan pengekpresian politik dilarang
dalam upaya menciptakan kestabilan untuk pertumbuhan ekonomi. Rakyat seakan
dibungkam untuk menuntut hak-haknya atas nama pembangunan ekonomi. Pada masa
Orde baru, bentuk partisipasi rakyat diatur agar hanya terlibat pada pemilihan
umum anggota DPR dan DPRD. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya kaitan politik
dan birokratik dalam pola bisnis. Pemerintah sudah sejak awal jadi mesin
pertumbuhan ekonomi, yang menyebabkan para birokrat-politik terlibat bisnis
yang bersifat jangka pendek. Pola ini tidak mendorong tumbuhnya kepercayaan
dunia usaha untuk jangka panjang..
Sistem politik
Indonesia pada masa itu mempunyai kelemahan, salah satu diantaranya adalah
sedikitnya sumber-sumber yang dapat menjadi penekan dan penyeimbang atas
kekuatan pemerintah, di tingkat nasional atau daerah. Padahal, kekuatan penekan
sangat diperlukan untuk melakukan kontrol, maupun sumbangan-sumbangan gagasan
dan pemikiran untuk membentuk bangunan sosial politik yang lebih aspiratif.
Pengaruh
kalangan non-pemerintah, termasuk dari pengusaha dan profesional sangat
terbatas dan acap diabaikan. Kecuali para pengusaha tertentu yang mempunyai
koneksi langsung dengan penguasa. Ketergantungan ekonomi swasta pada pemerintah
menimbulkan hubungan yang sangat tidak sehat di antara keduanya, yang jika
dipandang dari sudut politik, bisnis, dan masyarakat luas sangatlah merugikan.
Konsekuensi dari hubungan yang tidak sehat tampak nyata ketika Indonesia
diterpa krisis ekonomi, sosial dan politik sekaligus, yang mengalami kesulitan
untuk diperbaiki.
Kalangan bisnis
dan profesi swasta yang merupakan unsur krusial dalam pembentukan kelas
menengah, selama zaman Orde Baru tidak memiliki kesempatan untuk membentuk
asosiasi maupun organisasi yang mampu berfungsi sebagai sumber kritik,
pengaruh, dan sumbangan ide pada perencanaan politik, ekonomi dan sosial.
Unsur-unsur baru dari kalangan profesional maupun kalangan bisnis cenderung
menghindarkan diri dari politik dan berkonsentrasi pada bidangnya sendiri yang
sempit.
Semua hal
tersebut membuat sistem ekonomi Indonesia menjadi cukup rawan krisis, terutama
krisis fiskal dan krisis keuangan. Terjadinya krisis rupiah dan berbagai dampaknya
membuat pemerintah terpaksa harus mengeluarkan sejumlah kebijakan deregulasi di
bidang ekonomi. Secara politik, kebijakan ini memacu pertumbuhan sektor swasta,
termasuk swastanisasi BUMN. Hal ini menuntut pemerintah untuk melakukan
pembenahan besar-besaran. Pemerintah terpaksa menerima
tawaran IMF untuk menyetujui Nota Kesepakatan menuju reformasi ekonomi. Krisis
ekonomi memang menimbulkan dampak politik yang lebih kuat. pemerintah semakin
didesak untuk melepaskan keterlibatannya dari bisnis dan untuk lebih
menjalankan fungsi sebagai perlengkapan politik supaya dapat bertugas
menyehatkan sistem ekonomi.
Sistem
peraturan hukum yang kuat sangat dibutuhkan untuk menopang kinerja reformasi
ekonomi. Kalangan dunia usaha semakin menuntut kepastian hukum. Krisis rupiah
yang semakin parah sampai menggerogoti sistem ekonomi, telah memperlemah posisi
birokrat-politik. Banyak dari mereka yang mulai terbuka terhadap reformasi
politik. Banyak telah menyatakan perlunya reformasi. Hasil kemajuan ekonomi
secara internal telah menghasilkan sebagian lapisan yang menghendaki reformasi
politik. Kalangan bisnis menghendaki tumbuhnya kepercayaan dunia usaha untuk
jangka panjang. Semua ini hanya dapat dicapai dengan program reformasi ekonomi
dan diperkuat dengan reformasi politik.
Pengaruh
Politik terhadap Ekonomi dan Bisnis di Indonesia pada Era Reformasi
Struktur dan
pandangan rezim Orde Baru telah menjadikan kalangan bisnis dan profesional
merasa lebih mudah dan aman untuk mengikuti keadaan daripada mencoba
mendorongnya ke arah lain yang lebih sehat. Kecenderungan ini dengan sendirinya
memperluaskan korupsi, kolusi, dan penyalahgunaan kekuasaan pada zaman Orde
Baru. Pada era reformasi, gejala-gejala itu sulit dihilangkan karena telah
mengakar di setiap lembaga negara, maupun di kalangan bisnis dan profesional.
Masalahnya bukan hanya korupsi yang sulit diatasi, tetapi juga hilangnya
orientasi terhadap kepentingan masyarakat luas dan lemahnya kemauan untuk
merombak sistem politik, termasuk lembaga-lembaga negara yang amat perlu
diperbaiki, struktur ekonomi, dan hubungan antara warga negara dan negara.
Di dalam
negeri, perubahan di bidang politik dan pemerintahan yang diwarnai dengan
adanya perubahan signifikan dalam sistem politik (terjadi proses demokratisasi)
membuka suatu peluang baru dan juga ancaman baru bagi dunia usaha di Indonesia.
Keputusan-keputusan politik atau hukum perlu juga selalu dicermati.
Perubahan-perubahan kepemimpinan seringkali berakibat terjadinya perubahan
dalam keputusan politik dan yang akhirnya berdampak secara langsung terhadap
kondisi bisnis. Sebagai contoh. Pada saat Orde baru, perdagangan Bahan Pangan
Pokok selalu dikendalikan oleh Pemerintah melalui BULOG, sehingga ada kondisi
yang stabil dalam perdagangan Bahan Pangan Pokok tersebut. Tetapi, setelah
reformasi peran BULOG diredefinisi sehingga tidak menjadi pemain sentral dan
akhirnya seringkali berdampak terhadap terjadinya fluktuasi harga dan
kelangkaan barang yang disebabkan permainan spekulan, sehingga yang terkena
dampak/pengaruhnya adalah rakyat miskin yang semakin menderita untuk mendapakan
kebutuhan pangan mereka.
Di tahun 2007
yang lalu kondisi perpolitikan nasional relatif stabil, walaupun banyak unjuk
rasa diberbagai daerah terutama menyangkut kekisruhan hasil Pilkada dan di
tingkat nasional menyangkut kebijakan pemerintah tentang UU PA, UU PMA, UU
Pornografi dan UU Politik yang banyak menimbulkan kontroversi dari masyarakat.
Dari kondisi politik yang demikian ternyata pengaruh terhadap sektor ekonomi
tidak begitu signifikan. Tercatat kondisi pertumbuhan ekonomi di tahun 2007
merupakan kondisi terbaik sejak krisis ekonomi 1998. Berbagai sektor ekonomi
mengalami peningkatan, di sektor properti, nilai kredit properti yang dirilis
Bank Indonesia (BI) per Juni 2007 sebesar Rp130,93 Trilyun naik 7-8%
dibandingkan tahun sebelumnya. (1)
Di tahun 2008
ini perilaku ekonomi menjadi sering kali sulit diprediksi. Bahkan oleh
Pemerintah sekalipun yang memiliki ekonom-ekonom yang sangat pakar di
bidangnya. Sebagai contoh yang nyata adalah dalam penyusunan APBN 2008 prediksi
harga minyak 80 US $ per barel, tapi pada awal tahun perekonomian nasional
dikejutkan dengan kenaikan harga minyak dunia yang menembus batas sampai 100 US
$ per barel bahkan melewati 110 US $ per barel sampai akhir kuartal pertama 2008.
Kenaikan ini tentunya berpengaruh terhadap asumsi APBN tahun 2008 sehingga
pemerintah mau tidak mau dihadapkan pada pilihan sulit antara tetap
mempertahankan subsidi BBM dengan harga yang ada atau menaikkan harga BBM untuk
mengurangi defisit APBN yang terlalu berat. Selain itu dari sektor perbankan,
pemerintah telah mengeluarkan kebijakan menurunkan BI rate menjadi 8% per
Januari 2008. (2) Dengan dikeluarkan kebijakan ini memberikan peluang bagi
sektor properti untuk bisa berkembang. Namun dari bidang politik
kemungkinan-kemungkinan negatif bisa terjadi mengingat kondisi tahun 2008 masih
rawan karena semua partai politik akan bekerja keras untuk meraih dukungan
massa, gesekan-gesekan politik kemungkinan akan mudah terjadi. Tentunya kondisi
serupa dihadapi oleh para pebisnis, sulit sekali untuk secara akurat
memprediksi kondisi ekonomi. Hal ini antara lain juga dampak globalisasi yang
menyebabkan kondisi ekonomi di suatu negara dapat berpengaruh besar terhadap
kondisi ekonomi negara lainnya. Bahkan ketika ramalan tentang kondisi ekonomi
akurat, masih belum jelas dampak ekonomi terhadap industri tertentu. Sebagai
contoh nyata, seperti yang telah diketahui bersama saat ini beberapa sektor
industri sedang digoncang krisis akibat pengaruh krisis global yang tengah
melanda dunia. Beberapa perusahaan telah berencana merumahkan bahkan memPHK
karyawan-karyawannya.
Dalam sektor
perbankan, kalangan perbankan mengkhawatirkan gejolak ekonomi global akan
menggerus kinerja perbankan di tengah situasi politik yang mulai menghangat
menjelang pemilihan umum 2009. Di sisi lain, Bank Indonesia meyakini
fundamental industri perbankan dalam negeri cukup kuat, sehingga bank sentral
meminta sejumlah kalangan agar tetap optimistis. Direktur Bank NISP Rudy
Hamdani menyatakan pihaknya mulai 'mencium' gelagat dampak dari gejolak
perekonomian dunia terhadap perekonomian dalam negeri, disusul peningkatan suhu
politik menjelang 2009. Akan tetapi di sisi lain, di tengah indikator ekonomi
akabibat kenaikan harga bahan bakar minyak, yang berpengaruh besar dan
cenderung negatif terhadap perilaku bisnis, kalangan perbankan merasa optimis
dapat meningkatkan pertumbuhan kredit. Suhu politik Pemilu 2009 yang sudah
mulai terasa, diharapkan dapat mendorong gairah perekonomian. Dana-dana politik
dan perputaran uang untuk tujuan politik dan kampanye semakin lancar sehingga
diharapakan terjadi pertumbuhan dana ekonomi pihak ketiga dan pertumbuhan
bisnis yang berkaitan dengan politik, sebagai contoh bisnis percetakan dan
bisnis sablon bendera dan sebagainya.
Proyeksi semua
sektor ekonomi pada tahun 2008 selalu dikaitkan dengan variabel politik. Hal
ini disebabkan suhu politik di tahun 2008 diprediksi akan meningkat karena
persiapan Pemilu 2009. Faktor politik pasti berdampak pada perekonomian,
terutama pada investasi. Situasi politik menjelang pemilu dan Sidang Umum MPR,
melahirkan iklim ketidakpastian bagi investor, terutama investor asing. Adapun
pengaruh politik menjelang Pemilihan Presiden 2009 diyakini akan memengaruhi
uang beredar. Di satu sisi, aktivitas ekonomi akan menurun seiring dengan
keterlibatan pelaku ekonomi dalam pemilu.
Hubungan sektor
bisnis dengan politik lebih mengacu pada konteks ekonomi yang dipengaruhi oleh
kebijakan politik, apabila kondisi politik tidak menentu atau mengalami kekacauan
(chaos) akan berdampak kepada perekonomian terutama menyangkut sektor industri;
permintaan dan penawaran tidak seimbang dan distribusi barang akan terganggu.
Apabila ini berlanjut maka akan terjadi inflasi tinggi yang ditandai dengan
kenaikan harga akibat permintaan yang menurun drastis atau bajhkan tidak adanya
permintaan. Di sisi lain,pengaruh gejolak politik pada kegiatan ekonomi, tidak
dapat diukur dengan eksak dan laporan angka-angka. Para pengamat hanya dapat
menganalisa kualitas dampaknya.
Peluang
mengatasai dampak negatif pengaruh politik terhadap bisnis
Dalam suasana
sekarang yang penuh ketidakpastian politik dan ekonomi, ada semacam peluang
untuk mengatasi hubungan antara pemerintah dan bisnis melalui pembagian
kekuasaan, strategi pembangunan menurut sektor-sektor yang sebaiknya diurus
para pengusaha swasta atau negara, dan seterusnya. Selain itu, diperlukan juga
semacam ideologi dan program tentang peranan bisnis, harapannya, dan tanggung
jawabnya pada masyarakat, tentang hak dan kewajiban yang bersangkutan dengan
penegakkan etika bisnis, tanggung jawab sosial perusahaan dan sejenisnya.
Hal ini tentu
saja bukan pekerjaan yang mudah. Berbagai masalah yang sedang melilit negeri
ini seperti stabilitas politik, kesulitan ekonomi, peninggalan masa lalu
terhadap buruknya praktik bisnis, serta ketegangan dalam hubungan antara
pemerintah dan perusahaan swasta sangat mempengaruhi proses tersebut.
Memperbaiki pandangan umum terhadap dunia usaha sangat penting sekaligus sangat
sukar, dan menghilangkan kecurigaan rakyat terhadap kalangan bisnis membutuhkan
waktu. Tetapi semua harus dilakukan secara
terencana dan terorganisir. Sebuah harapan terwujudnya trias etika: etika
pemerintahan, etika profesi, dan etika bisnis. ICW mengambil posisi untuk
bersama-sama rakyat membangun gerakan sosial memberantas korupsi dan berupaya
mengimbangi persekongkolan kekuatan birokrasi pemerintah dan bisnis. Dengan
demikian reformasi di bidang hukum, politik, ekonomi dan sosial untuk
menciptakan tata kelola pemerintahan yang demokratis dan berkeadilan sosial
serta berekonomi baik dapat diwujudkan.
Pada akhirnya
kondisi perekonomian akan bisa tumbuh apabila pemerintah tetap berperan sebagai
partner yang menguntungkan bagi berkembangnya perilaku bisnis yang dipengaruhi
oleh kondisi politik dalam negeri. Instrumen-intrumen investasi perlu
diinovasi, birokrasi perijinan dan sektor perbankan diharapkan mampu mendukung
sektor bisnis dalam menghadapai pengaruh situasi dan kondisi politik.
Subscribe to:
Posts (Atom)